my galery

wordpress plugin

PENINGSET




Kata peningsetan adalah dari kata dasar singset (Jawa) yang berarti ikat, peningsetan jadi berarti 

pengikat.Peningsetan adalah suatu upacara penyerahan  sesuatu sebagai pengikat  dari orang tua pihak 

pengantin pria kepada pihak calon pengantin putri.Menurut tradisi peningset terdiri dari : Kain batik, bahan 

kebaya, semekan, perhiasan emas, uang yang lazim disebut tukon ( imbalan) disesuaikan kemampuan 

ekonominya, jodang yang berisi: jadah, wajik, rengginan, gula, teh, pisang raja satu tangkep, lauk pauk dan satu 

jenjang kelapa yang dipikul tersendiri, satu jodoh ayam hidup. Untuk menyambut kedatangan ini diiringi dengan 

gending Nala Ganjur .Biasanya penentuan hari baik pernikahan ditentukan bersama antara kedua pihak setelah 

upacara peningsetan.




Tarub adalah hiasan janur kuning ( daun kelapa yang masih muda ) yang dipasang tepi tratag yang terbuat dari bleketepe ( anyaman daun kelapa yang hijau ). Pemasangan tarub biasanya dipasang saat bersamaan dengan memandikan calon pengantin ( siraman, Jawa ) yaitu satu hari sebelum pernikahan itu dilaksanakan. 
Untuk perlengkapan tarub selain janur kuning masih ada lagi antara lain yang disebut dengan tuwuhan. Adapun macamnya :
  • Dua batang pohon pisang raja yang buahnya tua/matang.
  • Dua janjang kelapa gading ( cengkir gading, Jawa )
  • Dua untai padi yang sudah tua.
  • Dua batang pohon tebu wulung ( tebu hitam ) yang lurus.
  • Daun beringin secukupnya. 
  • Daun dadap srep.
Tuwuhan dan gegodongan ini dipasang di kiri pintu gerbang satu unit dan dikanan pintu gerbang satu unit ( bila selesai pisang dan kelapa bisa diperebutkan pada anak-anak ) Selain pemasangan tarub diatas masih delengkapi dengan perlengkapan-perlengkapan sbb. (Ini merupakan petuah dan nasehat yang adi luhung, harapan serta do'a kepada Tuhan Yang Maha Kuasa ) yang dilambangkan melalui:
uburampe tarub
  • Pisang raja dan pisang pulut yang berjumlah genap.
  • Jajan pasar
  • Nasi liwet yang dileri lauk serundeng.
  • Kopi pahit, teh pahit, dan sebatang rokok.
  • Roti tawar.
  • Jadah bakar.
  • Tempe keripik.
  • Ketan, kolak, apem. 
  • Tumpeng gundul
  • Nasi golong sejodo yang diberi lauk.
  • Jeroan sapi, ento-ento, peyek gereh, gebing
  • Golong lulut.
  • Nasi gebuli
  • Nasi punar
  • Ayam 1 ekor
  • Pisang pulut 1 lirang
  • Pisang raja 1 lirang
  • Buah-buahan + jajan pasar ditaruh yang tengah-tengahnya diberi tumpeng kecil.
  • Daun sirih, kapur dan gambir
  • Kembang telon (melati, kenanga dan kantil)
  • Jenang merah, jenang putih, jenang baro-baro. 
  • Empon-empon, temulawak, temu giring, dlingo, bengle, kunir, kencur.
  • Tampah(niru) kecil yang berisi beras 1 takir yang diatasnya 1 butir telor ayam mentah, uang logam, gula merah 1 tangkep, 1 butir kelapa.
  • Empluk-empluk tanah liat berisi beras, kemiri gepak jendul, kluwak, pengilon, jungkat, suri, lenga sundul langit
  • Ayam jantan hidup
  • Tikar
  • Kendi, damar jlupak (lampu dari tanah liat) dinyalakan
  • Kepala/daging kerbau dan jeroan komplit
  • Tempe mentah terbungkus daun dengan tali dari tangkai padi ( merang )
  • Sayur pada mara
  • Kolak kencana
  • Nasi gebuli
  • Pisang emas 1 lirang 
Masih ada lagi petuah-petuah dan nasehat-nasehat yang dilambangkan melalui : Tumpeng kecil-kecil merah, putih,kuning, hitam, hijau, yang dilengkapi dengan buah-buahan, bunga telon, gocok mentah dan uang logam yang diwadahi diatas ancak yang ditaruh di:
  • Area sumur
  • Area memasak nasi
  • Tempat membuat minum
  • Tarub
  • Untuk menebus kembarmayang ( kaum )
  • Tempat penyiapan makanan yanh akan dihidangkan.
  • Jembatan
  • Prapatan.